● Laporan Kesiapan Area Kerja — Epoxy & PU Concrete

Kesiapan Area Kerja Pengaplikasian Epoxy

Evaluasi lapangan sebelum pelaksanaan pekerjaan Epoxy & PU Concrete — Warehouse Extension PT. Tripper Nature, Kawasan Industri MM2100 Cibitung.

Proyek
Epoxy & PU Concrete — Warehouse Extension PT. Tripper Nature
Lokasi
Jl. Selayar, Kawasan Industri MM2100, Ds. Jatiwangi, Kec. Cikarang Barat
Aplikator
PT. Leo Jaya Konstruksi Indonesia (LJKI)
PIC Owner Proyek
Bapak Kenny
Tanggal Peninjauan
13 Juli 2026
Disiapkan Oleh
Tim Aplikator Epoxy — PT. LJKI
STATUS: BELUM SIAP
Kondisi lapangan saat ini belum memenuhi syarat wajib pelaksanaan Epoxy di seluruh lantai (Lt.1–Lt.3). Pekerjaan struktur, welding, dan finishing dinding masih aktif berlangsung sehingga area belum dapat diserahterimakan ke tim epoxy.

1 Ringkasan Eksekutif

Hasil evaluasi mutu beton & kesiapan area — site visit 13 Juli 2026
Mutu Beton — Lantai 1
32–35 MPa
3 titik hammer test — hasil konsisten & baik, jauh di atas mutu rencana
Memenuhi Target
Mutu Beton — Lantai 2 (Koridor)
21 MPa
1 titik hammer test — bersifat indikatif, menunggu curing & verifikasi core drill
Perlu Verifikasi
Status Kesiapan Area
BELUM SIAP
Lantai 1 & Lantai 2 — pekerjaan struktur masih aktif berlangsung
Belum Siap
  • Hasil hammer test Lantai 1 (32, 35, 35 MPa) konsisten dan berada jauh di atas mutu rencana.
  • Hasil Lantai 2 area koridor (21 MPa) lebih rendah — bersifat indikatif, perlu verifikasi core drill sebelum kesimpulan akhir.
  • Lantai 1 masih terdapat pembongkaran lantai kerja & finishing dinding belum selesai.
  • Lantai 2 dan seterusnya masih berlangsung proses welding & finishing dinding belum selesai.
  • Kondisi ini bertentangan langsung dengan syarat wajib area kerja epoxy: clean & clear, steril, bebas transfer alat.

2 Matriks Hasil Uji Kuat Tekan Beton

Hammer test lapangan (13 Juli 2026) dibandingkan referensi uji laboratorium
Lokasi UjiMetodeHasil (MPa; kgf/cm²)Target Mutu*PencapaianStatus
Lantai 1 — Titik AHammer Test32 MPa; 326.309 kgf/cm²fc'25 (K300)128%Memenuhi
Lantai 1 — Titik BHammer Test35 MPa; 356.091 kgf/cm²fc'25 (K300)140%Memenuhi
Lantai 1 — Titik CHammer Test35 MPa; 356.091 kgf/cm²fc'25 (K300)140%Memenuhi
Lantai 2 — KoridorHammer Test21 MPa; 214.14 kgf/cm²fc'25 (K300)84%Perlu Verifikasi
Referensi Lab (Cyl. 15x30)Uji Lab — Umur 7 hari21.06 MPa; 214.752 kgf/cm²K30072% @7 hariSesuai Kurva
*Target mutu fc'25/K300 digunakan sebagai asumsi acuan, menunggu konfirmasi mutu rencana resmi per lantai. Hasil referensi laboratorium (MM2100) belum diketahui mewakili lantai/elemen struktur yang mana — bersifat pendukung kualitas mix design secara umum, bukan pembanding langsung per titik uji. Referensi padanan mutu mengacu pada Pd T-07-2005-B (Pedoman Konstruksi & Bangunan — Departemen PU). Data referensi uji lab disediakan oleh PT. BCK.

3 Dokumentasi Pelaksanaan Hammer Test

Foto lapangan proses & hasil uji

4 Syarat Wajib Area Kerja untuk Pekerjaan Epoxy

Empat kondisi berikut bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar
01

Area Clean & Clear

Area kerja harus bersih dan bebas dari material, debu, dan puing — tidak dapat ditawar.

02

Steril Selama Aplikasi

Tidak boleh dilewati atau diakses siapa pun saat proses pengaplikasian epoxy berlangsung.

03

Bebas Transfer Alat & Mesin Pasca-Set

Tidak boleh digunakan untuk transfer alat/mesin setelah epoxy set — berisiko menurunkan mutu hasil pekerjaan.

04

Finishing Struktur Selesai

Pekerjaan struktural & finishing dinding harus tuntas sebelum area diserahterimakan ke tim epoxy.

5 Analisis Kritis — Hasil Site Visit

Temuan per area & potensi dampaknya terhadap pekerjaan epoxy

Lantai 1 — Pembongkaran Plat/Beton

Berpotensi menghasilkan kerataan permukaan beton/plat yang berbeda, dan membutuhkan curing time tambahan (min. 28 hari sesuai standar mutu) apabila dilakukan pengecoran ulang.

Lantai 1 — Akses Mobilisasi

Akses mobilisasi material & alat pada Level 2 & 3 (El. +4 & +8) masih belum dapat ditentukan berdasarkan kondisi terkini.

Lt.1 — Production & FG Area: Opening & Doors

Kusen/flashing belum terpasang — berpotensi perubahan ukuran flashing atau pembongkaran lantai yang sudah di-epoxy. Dinding belum finishing menambah potensi kontaminasi.

Lt.2 — Sisi Changing Room: Opening & Doors

Kusen/flashing belum terpasang — potensi perubahan ukuran flashing atau pembongkaran lantai epoxy. Berlaku pula pada area bukaan pintu/jendela lain yang menempel plat lantai beton.

Lt.2 — Sisi Corridor Area: Opening & Doors

Kondisi serupa: kusen/flashing belum terpasang, potensi perubahan ukuran flashing atau pembongkaran lantai yang sudah di-epoxy.

Lt.3 — Office Area: Opening & Doors

Kusen/flashing belum terpasang pada area office — berlaku prinsip risiko yang sama seperti lantai lainnya.

6 Matriks Kesiapan Area Kerja vs Syarat Epoxy

Kondisi eksisting per lantai dibandingkan terhadap 4 syarat wajib
Syarat Wajib EpoxyLantai 1Lantai 2Lantai 3
Clean & clear Belum — pembongkaran lantai kerja masih berjalan Belum — proses welding masih berjalan Belum — proses welding masih berjalan
Steril selama aplikasi Tidak terpenuhi selama pembongkaran aktif Tidak terpenuhi selama welding aktif, pemasangan opening & finishing dinding belum dilaksanakan Tidak terpenuhi selama welding aktif, pemasangan opening & finishing dinding belum dilaksanakan
Bebas transfer alat pasca-set Risiko tinggi — akses alat bongkar aktif Risiko tinggi — mobilisasi alat welding & mesin/interior aktif bersirkulasi Risiko tinggi — mobilisasi alat welding & mesin/interior aktif bersirkulasi
Finishing dinding Belum selesai Belum selesai Belum selesai
STATUS KESIAPAN BELUM SIAP BELUM SIAP BELUM SIAP
Matriks di atas merupakan hasil analisis site visit 13 Juli 2026, dapat dilakukan evaluasi dan alignment kembali dalam kesempatan meeting selanjutnya.

7 Dokumentasi Kondisi Lapangan Saat Ini

Foto aerial & area per lantai

8 Review Analisis & Risiko

Ringkasan risiko utama yang perlu ditindaklanjuti

Kontaminasi Permukaan

Debu & puing dari pembongkaran (Lt.1) dan percikan las/spatter dari welding (Lt.2 dst.) berisiko mengontaminasi permukaan sebelum atau saat aplikasi epoxy.

Kerusakan Permanen Pasca-Set

Mobilisasi alat berat & mesin produksi pada area yang epoxy-nya sudah set berpotensi menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki tanpa pengerjaan ulang total.

Konsistensi Mutu Beton

Ada plat/lantai beton yang masih belum memasuki umur rekomendasi curing — berpotensi menimbulkan cracking di kemudian hari yang dapat berdampak pada mutu epoxy.

Mobilisasi Mesin Produksi, Openings & Dinding

Perlu adanya diskusi lanjutan bersama PIC Owner Proyek (Bapak Kenny) terkait koordinasi jadwal mobilisasi & penyelesaian pekerjaan penunjang.